Kenali Fitur Sebelum Repot
By : Arief Junor
Setiap desainer mobil pasti memiliki
preferensi tersendiri mengenai mobil yang dibuatnya, untuk itu tak heran
bila beberapa tombol atau fitur penempatan dan penggunaannya berbeda
dari mobil lainnya.
Tak kenal maka tak sayang, peribahasa ini rasanya memang tepat menggambarkan kondisi sang pemilik yang kurang mengenal mobilnya. Dan memang sebaiknya setiap kali membeli mobil, Buku Panduan Pemilik Kendaraan harus dibaca terlebih dahulu.
Nah, berbicara mengenai Buku Panduan Pemilik Kendaraan, jangan heran bila Anda membeli mobil BMW tahun produksi 2010 seperti Seri-7, Seri-5, atau Seri-3 sekalipun tidak akan menemukan ‘kamus’ tebal berisi segala sesuatu mengenai pengenalan Anda dengan mobil yang sudah Anda beli tersebut.
Karena secara pintar, BMW telah membuat buku panduan menjadi digital. Anda dapat menemukan semua jawaban yang diperlukan hanya dengan memutar tombol iDrive. Pergantian bentuk Buku Panduan Pemilik Mobil menjadi digital memiliki keuntungan dengan adanya animasi yang memudahkan pengemudi untuk lebih memahaminya.
So, explore your vehicle.
1. Tombol, tuas, dan indikator
Semakin modern sebuah mobil, maka semakin canggih pula fitur pendukungnya. Apakah kecanggihan itu dikhususkan pada mesinnya saja, atau justru tombol-tombol di dalam kabin yang akan memudahkan sang pemilik untuk mengoperasikan mobilnya. Kami akan membahas mengenai tombol dan indikator yang terdapat pada beberapa mobil - tentu yang tidak lazim.
Yang perlu diingat adalah adanya dua generalisasi dalam produksi mobil, yakni Amerika-Eropa dan Asia. Memang tidak semua seperti ini, namun setidaknya akan memudahkan Anda saat mengendarai kendaraan-kendaraan tersebut.
Tuas lampu sein umpamanya, produsen mobil di Amerika dan Eropa cenderung menempatkan tuas sein di sisi kiri kolom kemudi. Sementara pabrikan Asia menempatkannya di sebelah kanan. Tak heran bila Anda berpindah dari mobil Asia ke mobil Eropa biasanya akan salah mengaktifkan wiper saat ingin berbelok arah.
Tombol lampu pun demikian. Sebagian mobil Eropa dan Amerika memiliki tombol putar di sebelah kanan dasbor di bawah kisi AC. Pada mobil Asia biasanya tombol untuk menyalakan lampu berada di ujung tuas lampu sein atau di sebelah kanan kolom kemudi.
Untuk sebagian mobil, seperti Mercedes-Benz E250 CGI bahkan tidak ada pilihan off pada tombol putarnya, hanya lampu parkir kiri dan kanan, lampu kota, Automatic, dan low beam. Sehingga setiap kali melewati keadaan gelap, maka mobil akan otomatis menyalakan lampu.
Mungkin hal ini kurang nyaman baik bagi pemilik mobil serta mobil di depan, terutama saat berada di parkir mal. Yang bisa dilakukan adalah memindahkan tuas dari A (otomatis) ke posisi lampu kota. Memang lampu tidak akan mati, namun setidaknya tidak memancarkan cahaya lampu yang menyilaukan.
Masih seputar lampu, tombol untuk mengaktifkan foglamp pun ada yang menyatu dengan switch lampu utama, ada juga yang terpisah. Yang perlu diperhatikan adalah bila mobil tersebut memiliki dua lampu kabut, depan dan belakang. Kadang pengemudi tak memahami bahwa foglamp belakang juga menyala, padahal hal ini sungguh mengganggu pengendara di belakang bila tidak ada hujan atau kabut.
Jadi, bila hendak menyalakan foglamp, perhatikan betul logo yang ada di tombol atau tuas. Lambang foglamp dengan garis-garis sinar mengarah ke bawah menunjukkan foglamp depan. Sementara foglamp belakang dilambangkan dengan garis sinar mengarah lurus. Lambang-lambang ini juga akan muncul di panel instrumen saat foglamp menyala.
2. Fitur pengontrol
Mobil-mobil premium sekarang juga dilengkapi fitur pengontrol terintegrasi. BMW bangga dengan iDrive-nya, Audi punya MMI (Multi Media Interface), dan Mercedes-Benz menggunakan COMMAND.
Fitur pintar ini dikendalikan oleh tombol-tombol yang harus dikenali agar tidak membingungkan saat hendak dioperasikan. Semua fungsi yang diatur oleh tombol pintar ini ditampilkan pada layar di tengah dasbor.
Selain itu Multi-Information Display yang berada di tengah panel instrumen juga menampilkan beragam informasi yang dapat dipilih menunya melalui tombol di lingkar kemudi.
3. Tool Kit
Tidak hanya tombol-tombol yang perlu diperhatikan, namun penempatan tool kit pun tidak kalah pentingnya. Umumnya tool kit ditempatkan di bagasi, itu pun bervariasi. Yang lazim ditemui adalah di tengah ban serep, karena selain untuk memanfaatkan ruang kosong, juga untuk memudahkan pencarian.
Lokasi lain yang biasa digunakan untuk meletakkan tool kit adalah di dinding bagasi, baik di sebelah kanan maupun kiri. Di sebagian besar produk Toyota, tool kit biasa diletakan di bawah bangku penumpang depan.
4. Tutup tangki bensin
Hal ini sering terjadi, dan ini cukup konyol. Pada saat hendak mengisi bbm di SPBU, pengemudi mobil baru tidak tahu cara membuka tutup bensinnya. Malu dan jengkel menjadi satu, apalagi antrian di belakang sudah panjang.
Untuk mencegahnya, pengenalan lokasi dan cara membuka tutup tangki bensin pun menjadi penting. Hal utama yang dilakukan adalah mengenal lokasi tangki bensin, di sebelah kiri atau kanan.
Anda tak perlu melihat melalui spion, cukup perhatikan indikator bensin di panel instrumen. Panah yang berada di samping gambar pompa menandakan lokasi mulut tangkinya, sehingga Anda dapat mengarahkan mobil ke posisi yang sesuai.
Umumnya tuas pembuka tutup tangki bensin ada di sebelah kanan bangku pengemudi, namun tidak sedikit yang memiliki keunikan yang kadang membuat frustrasi. Daihatsu Luxio menempatkan tuas pembuka tepat di bawah ‘rumah’ seatbelt, atau pada pilar B. Sementara Suzuki APV memiliki tuas tepat di bawah dan tengah bangku pengemudi namun tertutup oleh karpet.
Beberapa mobil menempatkan tombol pembuka tangki di door trim, sehingga agak tersembunyi. Sementara ada juga yang penguncinya menyatu dengan door lock sehingga saat kunci pintu terbuka, tutup tangki juga bisa langsung dibuka.
Namun ada beberapa mobil yang cara membukanya juga unik. Seperti Nissan X-Trail generasi terbaru, yang tutup bensinnya dibuka dengan cara ditekan pada bagian dekat engsel, bukan ditarik seperti biasa.
5. Membuka bagasi
Umumnya tuas pembuka bagasi berada tepat di dekat tuas pembuka tangki bensin. Baik di samping bangku maupun di pintu. Namun ada beberapa kendaraan yang bahkan tidak memiliki tuas atau tombol, sehingga pengemudi atau penumpang harus membuka langsung dari pintu bagasi.
VW Golf memiliki cara tersendiri, yakni membuka pintu dengan cara menekan logo VW kemudian mengungkit logo tersebut untuk membuka sekaligus mangangkat pintu. Ada pula beberapa mobil yang memiliki tombol elektrik pada pintunya, sehingga cukup menekan secara lembut lalu mengangkat pintu bagasi.
Beberapa SUV dan estate memiliki pintu bagasi yang terbagi dua, misalnya Chevrolet Captiva. Hanya kaca yang terbuka untuk barang kecil dan keseluruhan pintu untuk barang bawaan yang besar. Kedua pintu ini bisa dibuka melalui dua tombol terpisah.
Sebagian mobil premium juga ada yang dilengkapi fitur pembuka dan penutup bagasi elektrik. Contohnya Porsche Cayenne, Mercedes-Benz GL-Class, BMW X5, dan Lexus RX. Fitur ini membuat langkah membuka dan menutup hanya dengan menekan tombol. Untuk mobil-mobil ini, jangan sekali-sekali menutup bagasinya secara manual, karena bisa merusak sistem vakum yang ada pada pintu.
6. Smart key
Teknologi yang masih terbilang baru ini juga terkadang membingungkan. Toyota Yaris, Vios, Nissan Teana dan beberapa mobil lainnya menggunakan sistem ini. Tidak lain bertujuan untuk mempermudah pengemudi agar tidak perlu lagi mengeluarkan anak kunci.
Sistem smart key memang pintar. Saat Anda mendekat pintu dalam jarak tertentu dan menarik tuas pintu, maka sistem akan mendeteksi kunci yang ada di kantong Anda lalu membuka kunci secara otomatis. Setelah Anda berada di dalam, cukup injak pedal rem dan tekan tombol Start/Stop Engine, maka mesin pun menyala tanpa Anda perlu mengeluarkan kunci dari kantong.
Sama halnya saat Anda mematikan mesin, cukup menekan tombol Start/Stop Engine lalu keluar pintu. Nah, cara mengunci kendaraan Anda adalah menekan tombol hitam yang ada di tuas pintu. Bila masih terbuka, jangan panik, karena sistim akan membaca Anda membawa kunci sehingga ia akan membuka kunci. Percayalah saat Anda menekan tombol hitam tadi dan ada bunyi pertanda mobil sudah terkunci.
Lain halnya smart entry seperti pada Audi A4 dan BMW Seri-3. Membuka pintu tidak memerlukan kunci, namun saat menyalakan mesin, maka anak kunci harus dimasukkan terlebih dahulu pada sebuah slot yang ada di dasbor sembari ditekan untuk menyalakan mesin.
Tips yang kami berikan hanya representasi sebagian kendaraan yang ada di Indonesia. Seperti yang sudah kami utarakan, kenali kendaraan Anda dengan cara membaca buku panduan, menanyakan kepada pihak ATPM, menanyakan kepada saudara yang lebih dulu memiliki mobil sejenis ataupun browsing di internet.
Semua akan membantu Anda untuk mengenal mobil Anda lebih jauh, bahkan Anda mungkin akan terkejut fitur-fitur apa saja yang bisa memudahkan Anda. Seperti Voice Command pada BMW Seri-3 dan Ford Fiesta.
Tak kenal maka tak sayang, peribahasa ini rasanya memang tepat menggambarkan kondisi sang pemilik yang kurang mengenal mobilnya. Dan memang sebaiknya setiap kali membeli mobil, Buku Panduan Pemilik Kendaraan harus dibaca terlebih dahulu.
Nah, berbicara mengenai Buku Panduan Pemilik Kendaraan, jangan heran bila Anda membeli mobil BMW tahun produksi 2010 seperti Seri-7, Seri-5, atau Seri-3 sekalipun tidak akan menemukan ‘kamus’ tebal berisi segala sesuatu mengenai pengenalan Anda dengan mobil yang sudah Anda beli tersebut.
Karena secara pintar, BMW telah membuat buku panduan menjadi digital. Anda dapat menemukan semua jawaban yang diperlukan hanya dengan memutar tombol iDrive. Pergantian bentuk Buku Panduan Pemilik Mobil menjadi digital memiliki keuntungan dengan adanya animasi yang memudahkan pengemudi untuk lebih memahaminya.
So, explore your vehicle.
1. Tombol, tuas, dan indikator
Semakin modern sebuah mobil, maka semakin canggih pula fitur pendukungnya. Apakah kecanggihan itu dikhususkan pada mesinnya saja, atau justru tombol-tombol di dalam kabin yang akan memudahkan sang pemilik untuk mengoperasikan mobilnya. Kami akan membahas mengenai tombol dan indikator yang terdapat pada beberapa mobil - tentu yang tidak lazim.
Yang perlu diingat adalah adanya dua generalisasi dalam produksi mobil, yakni Amerika-Eropa dan Asia. Memang tidak semua seperti ini, namun setidaknya akan memudahkan Anda saat mengendarai kendaraan-kendaraan tersebut.
Tuas lampu sein umpamanya, produsen mobil di Amerika dan Eropa cenderung menempatkan tuas sein di sisi kiri kolom kemudi. Sementara pabrikan Asia menempatkannya di sebelah kanan. Tak heran bila Anda berpindah dari mobil Asia ke mobil Eropa biasanya akan salah mengaktifkan wiper saat ingin berbelok arah.
Tombol lampu pun demikian. Sebagian mobil Eropa dan Amerika memiliki tombol putar di sebelah kanan dasbor di bawah kisi AC. Pada mobil Asia biasanya tombol untuk menyalakan lampu berada di ujung tuas lampu sein atau di sebelah kanan kolom kemudi.
Untuk sebagian mobil, seperti Mercedes-Benz E250 CGI bahkan tidak ada pilihan off pada tombol putarnya, hanya lampu parkir kiri dan kanan, lampu kota, Automatic, dan low beam. Sehingga setiap kali melewati keadaan gelap, maka mobil akan otomatis menyalakan lampu.
Mungkin hal ini kurang nyaman baik bagi pemilik mobil serta mobil di depan, terutama saat berada di parkir mal. Yang bisa dilakukan adalah memindahkan tuas dari A (otomatis) ke posisi lampu kota. Memang lampu tidak akan mati, namun setidaknya tidak memancarkan cahaya lampu yang menyilaukan.
Masih seputar lampu, tombol untuk mengaktifkan foglamp pun ada yang menyatu dengan switch lampu utama, ada juga yang terpisah. Yang perlu diperhatikan adalah bila mobil tersebut memiliki dua lampu kabut, depan dan belakang. Kadang pengemudi tak memahami bahwa foglamp belakang juga menyala, padahal hal ini sungguh mengganggu pengendara di belakang bila tidak ada hujan atau kabut.
Jadi, bila hendak menyalakan foglamp, perhatikan betul logo yang ada di tombol atau tuas. Lambang foglamp dengan garis-garis sinar mengarah ke bawah menunjukkan foglamp depan. Sementara foglamp belakang dilambangkan dengan garis sinar mengarah lurus. Lambang-lambang ini juga akan muncul di panel instrumen saat foglamp menyala.
2. Fitur pengontrol
Mobil-mobil premium sekarang juga dilengkapi fitur pengontrol terintegrasi. BMW bangga dengan iDrive-nya, Audi punya MMI (Multi Media Interface), dan Mercedes-Benz menggunakan COMMAND.
Fitur pintar ini dikendalikan oleh tombol-tombol yang harus dikenali agar tidak membingungkan saat hendak dioperasikan. Semua fungsi yang diatur oleh tombol pintar ini ditampilkan pada layar di tengah dasbor.
Selain itu Multi-Information Display yang berada di tengah panel instrumen juga menampilkan beragam informasi yang dapat dipilih menunya melalui tombol di lingkar kemudi.
3. Tool Kit
Tidak hanya tombol-tombol yang perlu diperhatikan, namun penempatan tool kit pun tidak kalah pentingnya. Umumnya tool kit ditempatkan di bagasi, itu pun bervariasi. Yang lazim ditemui adalah di tengah ban serep, karena selain untuk memanfaatkan ruang kosong, juga untuk memudahkan pencarian.
Lokasi lain yang biasa digunakan untuk meletakkan tool kit adalah di dinding bagasi, baik di sebelah kanan maupun kiri. Di sebagian besar produk Toyota, tool kit biasa diletakan di bawah bangku penumpang depan.
4. Tutup tangki bensin
Hal ini sering terjadi, dan ini cukup konyol. Pada saat hendak mengisi bbm di SPBU, pengemudi mobil baru tidak tahu cara membuka tutup bensinnya. Malu dan jengkel menjadi satu, apalagi antrian di belakang sudah panjang.
Untuk mencegahnya, pengenalan lokasi dan cara membuka tutup tangki bensin pun menjadi penting. Hal utama yang dilakukan adalah mengenal lokasi tangki bensin, di sebelah kiri atau kanan.
Anda tak perlu melihat melalui spion, cukup perhatikan indikator bensin di panel instrumen. Panah yang berada di samping gambar pompa menandakan lokasi mulut tangkinya, sehingga Anda dapat mengarahkan mobil ke posisi yang sesuai.
Umumnya tuas pembuka tutup tangki bensin ada di sebelah kanan bangku pengemudi, namun tidak sedikit yang memiliki keunikan yang kadang membuat frustrasi. Daihatsu Luxio menempatkan tuas pembuka tepat di bawah ‘rumah’ seatbelt, atau pada pilar B. Sementara Suzuki APV memiliki tuas tepat di bawah dan tengah bangku pengemudi namun tertutup oleh karpet.
Beberapa mobil menempatkan tombol pembuka tangki di door trim, sehingga agak tersembunyi. Sementara ada juga yang penguncinya menyatu dengan door lock sehingga saat kunci pintu terbuka, tutup tangki juga bisa langsung dibuka.
Namun ada beberapa mobil yang cara membukanya juga unik. Seperti Nissan X-Trail generasi terbaru, yang tutup bensinnya dibuka dengan cara ditekan pada bagian dekat engsel, bukan ditarik seperti biasa.
5. Membuka bagasi
Umumnya tuas pembuka bagasi berada tepat di dekat tuas pembuka tangki bensin. Baik di samping bangku maupun di pintu. Namun ada beberapa kendaraan yang bahkan tidak memiliki tuas atau tombol, sehingga pengemudi atau penumpang harus membuka langsung dari pintu bagasi.
VW Golf memiliki cara tersendiri, yakni membuka pintu dengan cara menekan logo VW kemudian mengungkit logo tersebut untuk membuka sekaligus mangangkat pintu. Ada pula beberapa mobil yang memiliki tombol elektrik pada pintunya, sehingga cukup menekan secara lembut lalu mengangkat pintu bagasi.
Beberapa SUV dan estate memiliki pintu bagasi yang terbagi dua, misalnya Chevrolet Captiva. Hanya kaca yang terbuka untuk barang kecil dan keseluruhan pintu untuk barang bawaan yang besar. Kedua pintu ini bisa dibuka melalui dua tombol terpisah.
Sebagian mobil premium juga ada yang dilengkapi fitur pembuka dan penutup bagasi elektrik. Contohnya Porsche Cayenne, Mercedes-Benz GL-Class, BMW X5, dan Lexus RX. Fitur ini membuat langkah membuka dan menutup hanya dengan menekan tombol. Untuk mobil-mobil ini, jangan sekali-sekali menutup bagasinya secara manual, karena bisa merusak sistem vakum yang ada pada pintu.
6. Smart key
Teknologi yang masih terbilang baru ini juga terkadang membingungkan. Toyota Yaris, Vios, Nissan Teana dan beberapa mobil lainnya menggunakan sistem ini. Tidak lain bertujuan untuk mempermudah pengemudi agar tidak perlu lagi mengeluarkan anak kunci.
Sistem smart key memang pintar. Saat Anda mendekat pintu dalam jarak tertentu dan menarik tuas pintu, maka sistem akan mendeteksi kunci yang ada di kantong Anda lalu membuka kunci secara otomatis. Setelah Anda berada di dalam, cukup injak pedal rem dan tekan tombol Start/Stop Engine, maka mesin pun menyala tanpa Anda perlu mengeluarkan kunci dari kantong.
Sama halnya saat Anda mematikan mesin, cukup menekan tombol Start/Stop Engine lalu keluar pintu. Nah, cara mengunci kendaraan Anda adalah menekan tombol hitam yang ada di tuas pintu. Bila masih terbuka, jangan panik, karena sistim akan membaca Anda membawa kunci sehingga ia akan membuka kunci. Percayalah saat Anda menekan tombol hitam tadi dan ada bunyi pertanda mobil sudah terkunci.
Lain halnya smart entry seperti pada Audi A4 dan BMW Seri-3. Membuka pintu tidak memerlukan kunci, namun saat menyalakan mesin, maka anak kunci harus dimasukkan terlebih dahulu pada sebuah slot yang ada di dasbor sembari ditekan untuk menyalakan mesin.
Tips yang kami berikan hanya representasi sebagian kendaraan yang ada di Indonesia. Seperti yang sudah kami utarakan, kenali kendaraan Anda dengan cara membaca buku panduan, menanyakan kepada pihak ATPM, menanyakan kepada saudara yang lebih dulu memiliki mobil sejenis ataupun browsing di internet.
Semua akan membantu Anda untuk mengenal mobil Anda lebih jauh, bahkan Anda mungkin akan terkejut fitur-fitur apa saja yang bisa memudahkan Anda. Seperti Voice Command pada BMW Seri-3 dan Ford Fiesta.








Umumnya
pada mobil terdapat beberapa jenis transmisi, nah kali ini Oto-id akan
membahas salah jenis transmisi yakni transmisi manual. Pada transmisi
manual ini pengemudi diwajibkan menginjak kopling saat akan memindahkan
(naik/turun) posisi transmisi yang diinginkan. Setelah menginjak kopling
perpindahan tuas transmisi (yang biasnya dipindahkan dengan tangan
kiri) akan mudah dan ringan.
Untuk
transmisi manuam mobil Eropa dan Asia terdapat perbedaan, sehingga
perlu dipahami agar tidak terjadi kecelakaan saat mengendarainya.
Perbedaan tersebut terletak pada posisi gigi mundur (R), jika pada mobil
Asia letak posisi transmisi mundur ada pada kanan bawah, sedangkan pada
mobil Eropa terdapat pada kiri atas (sejajar posisi gigi 1) atau
biasanya juga terdapat pada kiri bawah (sejejar posisi gigi 2).
Perbedaan
lainnya, beberapa mobil Eropa terdapat pengaman berbentuk cincin
pengaman yang letaknya dibawah tuas transmisi, cincin ini berfungsi
untuk menghindari pengemudi salah memasukkan gigi karena posisi gigi 1
identik dengan posisi gigi mundur. Ketika cincin ini ditarik keatas,
maka tuas transmisi bisa dimasukkan gigi mundur. Mobil Asia tidak perlu
pengaman ini karena posisinya tidak sama dengan gigi lain.